
Dibalik Layar IBGADGETSTORE: Mengintip 35 Titik Pengecekan Ketat Sebelum iPhone Sampai ke Tanganmu
Membeli iPhone second, khususnya iPhone, seringkali dianggap sebagai sebuah perjudian. Ada stigma di masyarakat bahwa membeli barang bekas itu “untung-untungan”. Jika beruntung dapat barang bagus, jika sial dapat barang rekondisi atau barang yang punya penyakit tersembunyi. Kami di IBGADGETSTORE sangat memahami ketakutan tersebut. Rasa was-was pelanggan adalah musuh terbesar kami. Oleh karena itu, sejak hari pertama toko ini berdiri, kami tidak menempatkan diri kami hanya sebagai “penjual”, melainkan sebagai “kurator”. Banyak yang bertanya, “Kenapa IBGADGETSTORE berani memberikan opsi garansi dan layanan purna jual?” Jawabannya bukan karena kami dukun yang tahu masa depan, tapi karena kami memiliki Sistem Pertahanan Berlapis sebelum barang tersebut dipajang di etalase. Sistem pertahanan itu bernama 35-Point Inspection (35 Titik Pengecekan Kualitas). Ini bukan sekadar gimmick marketing. Ini adalah SOP (Standard Operating Procedure) berdarah-darah yang harus dilewati oleh setiap unit iPhone yang masuk ke gudang kami. Jika satu unit gagal di salah satu titik vital, unit tersebut akan kami REJECT (kembalikan ke supplier) atau masuk ke divisi servis untuk perbaikan total sebelum dijual dengan label transparan. Dalam artikel eksklusif ini, kami akan membongkar dapur rahasia kami. Kami akan merinci satu per satu, apa saja 35 titik pengecekan tersebut, agar kamu paham bahwa unit yang sampai di tangan kamu adalah unit pilihan yang telah lolos uji nyali. FASE 1: EKSTERIOR & FISIK (Kesan Pertama & Integritas Body) Pengecekan dimulai dari apa yang terlihat oleh mata. Namun, teknisi kami tidak hanya melihat “mulus” atau tidaknya, melainkan mencari jejak-jejak trauma fisik pada unit tersebut. 1. Integritas Casing (Housing)Kami meraba setiap sudut. Apakah ada dent (penyok) dalam yang mengindikasikan unit pernah jatuh keras? Jatuh keras bisa menyebabkan keretakan pada solderan mesin di bagian dalam yang tidak terlihat mata. 2. Presisi Layar ke BodyKami mengecek celah antara layar dan casing. Jika ada celah yang tidak rata atau lem yang meluber, itu indikasi unit pernah dibongkar paksa atau pemasangan layar (LCD) yang tidak presisi. 3. Kondisi Baut Bawah (Pentalobe Screws)Ini detektif kecil kami. Kami melihat kondisi dua baut di bawah iPhone. Apakah slek (aus)? Apakah warnanya berbeda? Jika baut terlihat rusak, artinya unit tersebut pernah dibuka oleh teknisi amatir dengan obeng yang salah. 4. Tombol Power (On/Off)Harus “klik” dan responsif. Tidak boleh mendem (tenggelam) atau keras saat ditekan. 5. Tombol Volume Up & DownKami tes tekan berkali-kali dengan cepat. Harus responsif tanpa delay. 6. Silent Switch (Tombol Mute)Ini penyakit umum iPhone lama. Kami tes geser tombol ini. Unit yang lolos QC harus memiliki Silent Switch yang firm (kokoh), tidak longgar, dan langsung merespons mode getar saat digeser. 7. Tray SIM CardKami keluarkan dan masukkan kembali. Harus presisi, rapat, dan sejajar dengan body. Tray yang tidak presisi bisa menyebabkan air/debu mudah masuk. 8. Kebersihan Port ChargingKami menggunakan senter khusus untuk melihat ke dalam lubang charger. Harus bersih dari gumpalan debu lint saku celana dan pin kuningannya tidak boleh korosi/hitam. 9. Grill Speaker & MicrophoneLubang-lubang kecil ini sering tertutup daki atau debu. Kami pastikan bersih agar output suara dan input suara maksimal. 10. Kaca Lensa KameraHarus bening, tidak ada retak rambut, dan tidak ada embun di balik kaca. FASE 2: LAYAR & VISUAL Layar adalah komponen yang paling sering berinteraksi dengan kamu. Kami memastikan originalitas dan fungsionalitasnya. 11. Responsivitas Touchscreen (Multi-touch)Kami menggunakan fitur Assistive Touch lalu menggesernya ke seluruh penjuru layar tanpa putus. Ini untuk mendeteksi Dead Spot (area layar yang tidak bisa disentuh). 12. Ghost Touch CheckKami mendiamkan layar pada menu mengetik. Jika kursor bergerak sendiri atau mengetik sendiri, itu Ghost Touch. Langsung kami reject. 13. Dead Pixel & White SpotKami mengubah layar menjadi latar belakang putih polos dan hitam pekat dengan kecerahan maksimal. Kami mencari titik hitam kecil (dead pixel) atau bercak putih (white spot) yang sering luput dari pandangan mata biasa. 14. Fitur True ToneIni WAJIB. Kami cek di Control Center. Jika fitur True Tone hilang, besar kemungkinan layar sudah pernah diganti dengan kualitas rendah (KW) atau proses penyalinan data layar tidak dilakukan dengan benar. 15. Kecerahan (Brightness) & Auto-BrightnessSensor cahaya dicek. Layar harus bisa meredup sendiri saat gelap dan terang maksimal saat kena cahaya, serta tidak ada bayangan redup di pojok layar (backlight bleeding). FASE 3: KONEKTIVITAS & SINYAL (Nyawa Komunikasi) HP canggih tidak ada gunanya jika tidak bisa telepon atau internetan. Apalagi dengan dengan IMEI, poin ini menjadi super kritis. 16. Status IMEI & Sinyal Seluler (All Operator)Kami memasukkan berbagai kartu SIM (Telkomsel, XL, Indosat, 3). Sinyal harus muncul 4G/5G/LTE dengan stabil. Kami memastikan IMEI aman dan terdaftar/bisa digunakan (sesuai status unit: iBox/Inter). 17. Wi-Fi ConnectivityKami tes koneksi ke jaringan Wi-Fi 2.4GHz dan 5GHz. Kami juga mengetes jangkauan sinyal (Range Test), apakah Wi-Fi putus jika dibawa menjauh dari router. 18. Bluetooth ConnectionKami tes pairing dengan perangkat audio atau device lain. 19. AirDropFitur eksklusif Apple ini kami tes. Kirim dan terima file harus instan. Jika AirDrop gagal, biasanya ada masalah pada modul Wi-Fi/Bluetooth di mesin. 20. GPS & KompasKami membuka Apple Maps. Titik biru harus akurat, arah hadap (kompas) harus sesuai dan tidak spinning (berputar-putar sendiri). FASE 4: KAMERA & AUDIO (Untuk Konten Kreator) Kami tahu, banyak dari kamu membeli iPhone untuk kebutuhan konten. Maka sektor ini kami cek dengan standar “Kreator”. 21. Kamera Belakang (Utama & Ultra Wide)Kami tes fokus jarak jauh (Infinity) dan jarak dekat (Macro). Fokus harus cepat dan tajam. Tidak boleh ada getaran “gelombang” pada hasil gambar. 22. Optical Image Stabilization (OIS)Ini tes ekstrim. Kami menggoyangkan HP saat mode video. Jika kamera bergetar hebat atau bunyi krek-krek dari dalam lensa, berarti OIS (penstabil gambar) rusak. Ini vital untuk hasil video yang stabil. 23. Kamera Depan (Selfie)Kami cek ketajaman dan mode Portrait (bokeh). 24. Flash Light (Senter)Kami memastikan lampu kilat harus menyala terang dan sinkron saat memotret. 25. Microphone Atas & BawahKami melakukan tes Voice Memo dan Perekaman Video. Suara harus masuk jernih, stereo (kiri-kanan seimbang), dan tidak ada suara kresek-kresek (noise). 26. Earpiece Speaker (Speaker Kuping)Saat menelepon, suara lawan bicara harus terdengar jelas, tidak pecah (sember). 27. Loudspeaker (Speaker Bawah)Kami memutar musik dengan volume maksimal. Suara tidak boleh pecah. FASE 5: SENSOR BIOMETRIK & KEAMANAN (Harga Mati) Ini adalah fitur yang membedakan harga iPhone mahal dan murah. 28. Face ID / Touch IDIni adalah poin NO COMPROMISE. Face ID harus bisa mendeteksi wajah dengan cepat. Kerusakan pada Face ID sangat sulit dan mahal diperbaiki. Unit dengan Face ID mati tidak akan kami jual sebagai unit normal.

















