
Cara Setting Kamera iPhone Biar Hasilnya Kayak DSLR
Halo, sobat IBGADGETSTORE! Pernah nggak sih kamu melihat postingan Instagram teman atau selebgram favoritmu dan berpikir, “Gila, ini pasti pakai kamera mahal yang lensanya segede termos!” Padahal, pas kamu tanya, mereka cuma jawab santai, “Nggak kok, cuma pakai iPhone.” Sementara itu, saat kamu coba memotret momen yang sama dengan iPhone kamu, hasilnya malah terlihat biasa saja, datar, atau bahkan gelap. Kenapa bisa begitu? Apakah iPhone kamu rusak? Atau iPhone mereka yang spesial? Jawabannya: Bukan pada alatnya, tapi pada settings dan tekniknya. Di IBGADGETSTORE, kami sering banget dapat curhatan dari pelanggan yang baru upgrade iPhone tapi merasa hasil fotonya belum maksimal. Padahal, iPhone (terutama seri iPhone 11 ke atas hingga seri 15 Pro Max) memiliki hardware yang sudah sangat mendekati kemampuan kamera profesional atau DSLR, asalkan kamu tahu cara “menjinakkannya”. Nah, di artikel spesial yang super lengkap ini, kami akan membongkar semua rahasia settingan kamera iPhone agar hasil jepretan kamu terlihat sinematik, tajam, dan memiliki efek bokeh yang creamy layaknya kamera DSLR puluhan juta. Siapkan kopi atau teh, karena ini akan menjadi panduan paling lengkap yang pernah kamu baca. Yuk, kita mulai! Mindset Fotografi iPhone (Hardware vs Software) Sebelum kita masuk ke menu Settings, kamu perlu paham satu hal mendasar. Kamera DSLR mengandalkan sensor fisik yang besar dan lensa optik yang kompleks untuk menghasilkan gambar bagus. iPhone, di sisi lain, menggunakan Computational Photography. Artinya, iPhone menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan chipset (seperti A15, A16, atau A17 Bionic) untuk memproses gambar secara instan. Jadi, tujuan kita menyetting kamera iPhone adalah untuk membantu software iPhone bekerja lebih mudah, bukan melawannya. Di IBGADGETSTORE, kami selalu menyarankan pelanggan untuk memahami perangkat mereka. Semakin canggih seri iPhone yang kamu beli di toko kami, semakin banyak fitur komputasi yang bisa kamu manfaatkan. Persiapan Awal Di Menu Settings Langkah pertama bukan saat kamu membuka aplikasi kamera, tapi saat kamu masuk ke menu Settings di iPhone kamu. Banyak fitur “Pro” yang secara default dimatikan oleh Apple untuk menghemat memori. Mari kita nyalakan potensinya. Buka Settings > Camera, dan ikuti langkah-langkah ini: 1. Formats: High Efficiency vs Most Compatible Masuk ke menu Formats. Di sini kamu akan melihat dua opsi: High Efficiency (HEIF/HEVC) dan Most Compatible (JPEG/H.264). Pilih High Efficiency jika kamu ingin kualitas terbaik dengan ukuran file yang hemat. Pilih Most Compatible jika kamu sering memindahkan file ke komputer Windows lama. Wajib Aktifkan: Apple ProRAW & ProRes. (Khusus seri Pro). Jika kamu punya iPhone 12 Pro ke atas, nyalakan ini! ProRAW adalah game changer. File RAW menyimpan jauh lebih banyak data warna dan cahaya dibanding JPEG biasa. Ini adalah kunci utama agar foto bisa diedit ala DSLR nantinya. 2. Composition, Aktifkan Grid (Garis Kisi) Ini hukum wajib. Masuk ke bagian Composition dan nyalakan Grid.Kenapa? Fotografi bukan cuma soal jernih, tapi soal komposisi. Garis Grid membantu kamu menerapkan Rule of Thirds (Aturan Sepertiga). Kami akan bahas cara pakainya di bagian Komposisi nanti, tapi pastikan ini nyala dulu ya! 3. Preserve Settings Untuk Simpan Pengaturan Pernah nggak sih kamu sudah capek-capek atur exposure, keluar aplikasi kamera sebentar, pas balik lagi settingannya riset ke awal? Kesal kan?Masuk ke Preserve Settings, lalu nyalakan: Camera Mode: Biar nggak balik ke mode ‘Photo’ terus kalau kamu lagi sering pakai ‘Video’. Creative Controls: Ini akan menyimpan setting filter atau rasio aspek terakhir kamu. Exposure Adjustment: Ini paling penting! Biar kecerahan yang sudah kamu atur tidak berubah otomatis. 4. Macro Control (Khusus iPhone 13 Pro ke atas) Di IBGADGETSTORE, kami sering mendapati pelanggan bingung kenapa kamera mereka “goyang-goyang” saat memotret benda dekat. Itu karena iPhone otomatis pindah ke lensa Macro.Saran kami: Aktifkan Macro Control. Nanti di aplikasi kamera akan muncul ikon bunga kuning. Kamu jadi punya kontrol manual mau pakai mode makro atau tidak. Menguasai Cahaya (Exposure & Focus) Kunci utama foto terlihat seperti DSLR adalah Pencahayaan (Lighting). Kamera DSLR memberikan kontrol penuh pada ISO, Shutter Speed, dan Aperture. Di iPhone, kita punya trik simpel untuk menirunya. 1. Jangan Cuma “Tap”, Tapi “Hold” (AF/AE Lock) Kebanyakan orang cuma tap layar untuk fokus. Masalahnya, kalau tangan kamu goyang dikit atau subjek bergerak, fokus dan cahayanya berubah lagi.Caranya: Arahkan kamera ke subjek. Ketuk dan tahan (hold) layar sampai muncul tulisan AF/AE LOCK berwarna kuning di atas. Sekarang, fokus sudah terkunci. Mau kamu goyangin HP atau ada orang lewat, fokus tetap di situ. Ini memberikan ketajaman yang konsisten alias sharpness ala lensa pro. 2. Mainkan Sun Icon (Slider Exposure) Setelah melakukan AF/AE Lock, kamu akan melihat ikon matahari di samping kotak fokus. Turunkan sedikit ke bawah!Ini rahasia besar fotografer iPhone. Kebanyakan software iPhone berusaha membuat foto “terang merata”. Padahal, foto yang estetik dan dramatis (moody) biasanya memiliki bayangan yang pekat. Geser matahari sedikit ke bawah untuk mengurangi highlight yang “bocor” dan membuat warna lebih keluar (deep). Portrait Mode – Jalan Pintas Menuju Bokeh Ciri khas paling kental dari kamera DSLR adalah Bokeh atau Depth of Field. iPhone memiliki fitur Portrait Mode untuk mensimulasikan ini. Tapi, banyak yang salah pakai! 1. Memahami Tombol ‘f’ (Aperture) Saat masuk mode Portrait, lihat di pojok kanan atas ada huruf (f). Itu adalah simulasi bukaan lensa. Angka kecil (f/1.4 – f/2.8) = Background sangat blur (Bokeh maksimal). Angka besar (f/8 – f/16) = Background lebih jelas. Tips Kami: Jangan selalu set di f/1.4 karena kadang terlihat palsu dan memotong rambut atau telinga subjek secara kasar. Settingan paling natural yang mirip lensa kamera asli adalah di f/2.8 atau f/4.5. Cobalah bereksperimen! 2. Jarak adalah Kunci Portrait mode butuh jarak spesifik. Jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh. Ikuti instruksi di layar (biasanya akan tertulis Move farther away atau Place subject within 2.5 meters).Di IBGADGETSTORE, kami menyarankan pelanggan untuk menggunakan lensa 3x Telephoto (pada seri Pro) saat mode Portrait. Kenapa? Karena lensa telephoto memberikan kompresi wajah yang lebih natural dan tidak “cembung” (distorsi) seperti lensa wide biasa. Wajah teman kamu akan terlihat lebih proporsional dan cakep! 3. Studio Light (Lighting Effects) Di bagian bawah mode Portrait, ada pilihan pencahayaan (Natural, Studio, Contour, Stage Light). Gunakan Studio Light untuk mencerahkan wajah secara halus, seolah-olah ada lampu ring light di depan wajah kamu. Gunakan Contour Light untuk memberikan bayangan dramatis pada tulang pipi dan hidung. Komposisi Fotografi (Biar Nggak Asal Jepret) Settingan sudah bagus, tapi kalau cara ambil angle-nya salah, hasilnya tetap jelek. Ingat Grid yang sudah kita aktifkan di bagian sebelumnya? Saatnya kita pakai. 1. Rule of Thirds Jangan selalu taruh objek di tengah (kecuali untuk foto simetris). Taruh subjek misalnya mata orang atau produk di perpotongan garis grid. Ini membuat foto lebih dinamis dan enak dilihat mata.

















